pibsa
Senin, 11 September 2017
Rumah Baca Bambu Biru Hadiri Bimtek Perpustakaan Berbasis Literasi
Bimtek bagi pengelola TBM se jawa barat di laksanakan pada tanggal 5-8 september 2017 berlokasi di Aula Hotel Lingga, Jl. SoekarnoHatta no. 464 Kota Bandung, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Propinsi Jawa Barat yang di hadiri 50 tbm se jawa barat.Tujuan diadakannya bimtek adalah untuk membangun masyarakat literat melalui pemberdayaan perpustakaan.
Senin, 31 Juli 2017
kisah nyata dalam meningkatkan minat membaca dari pelosok desa
Hasna Azzahra, itulah nama kesayayangan yang di berikan sang ayah untuknya.
Di usianya yang masih balita ( 1,7 thn). dalam kesehariannya banyak berinteraksi dengan teman yang usianya 5 tahun lebih tua di atasnya, banyak hal yang dia lakukan di luar nalar orang sebayanya,
gerak gerik yang dia lakukan banyak menginspirasi pengunjung yang datang kerumah untuk membaca. Terkadang dia memilihkan buku jika ada orang yang mau membaca,kalo orang itu tidak mau membaca buku yang dia berikan, hasna selalu menyimpan buku itu persis ke tempat dimana dia mengambil untuk pertama kali. Buku buku yang berserakan selalu dia rapihkan,terkadang buku yang sudah rapihpun dia acak dan di turunkan dari rak buku,lalu dia rapihkan lagi, ya..namanya juga anak anak...
Di sela-sela kesibukan yaitu bermain, Hasna selalu menyempatkan dirinya untuk belajar menulis dan membaca, entah apa yang dia tulis apalagi membaca. setiap buku yang dia ambil dari rak mesti dia buka seolah -olah dia bisa membaca.
Semakin hari minat membacanya semakin meningkat,dia sudah bisa memilih buku yang sesuai dengan usianya.misalnya buku iqro,cerita anak,,gambar hewan dsb.
Tak mau kalah dengan sang adik, kakanya( sebut saja, S Zalfa Zahiyah) kiri,panggilan akrabnya zalfa, selalu bersaing dalam hal membaca, di temani oleh teman akrabnya ( ulfah ).kanan
Mereka berduan selalu menjadi pasangan serasi dalam hal membaca cerita yang bersambung" satunya membaca yang satunya mendengarkan". sangat menarik bila kita selaku orang tua mau memperhatikan apa yang mereka lakukan.
fakta membuktikan," kebiasaan baik itu akan tertanam bila kita mau memberi contoh dan memfasilitasinya."kini tidak ada satupun warga yang mempermasalahkan hadirnya rumah baca,justru sangat merindukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya pembentukan karakter dan mentalitas anak sejak dini. karna memang benar adanya, ini sangat membantu dan menunjang adik adik dalam meningkatkan kreaktifitas dan prestasi mereka baik di sekolah ataupun di luar sekolah.
Bagi rekan semua yang mau berbagi ilmu dengan adik-adik disni,, kami selaku pengelola mewakili seluruh masyarakat kp cibiru cicantayan sangat berharap banyak akan partisipasi aktif dari rekan semua.
Salam
pengelola
Jumat, 07 Juli 2017
Hasil dari membaca di tuangkan dalam drama tari kakawihan sunda

Sukabumi adalah kabupaten yang terkenal akan kekayaan alam dan kekayaan budayanya. Banyak 0rang-orang dari luar sukabumi khususnya jawabarat mengakui dan mengagumi kekayaan alam dan budaya itu. Namun, yang paling menjadi primadona adalah kebudayaan nya yang beraneka ragam. Salah satunya adalah seni tari kakawihan sunda, seni tari itu sendiri memiliki banyak macam dan memiliki kekhasan disetiap wilayah di Nusantara...Salah satu jenis seni tari yang mulai terlupakan dan sedikit yang mengenalnya adalah Seni Drama Tari kakawihan sunda
Sudah 3 kali, anak anak ini tampil dalam beberapa acara di wilayah sukabumi, yaitu pentas seni dalam acara festival desa cicantayan, dilaksanakan dalm bulan desember 2016. pentas seni dalam acara menyambut tahun baru 2017 di gunung sunda desa pada asih. pentas seni dalam acara ulang tahun desa Warnajati bulan maret 2017.ini merupakan bukti nyata keberhasilan rumah baca bambu biru dalam melestarikan seni budaya kakawihan sunda.
Oleh karena itu, kami dari pengelola dengan di bantu beberapa relawan Rumah Baca Bambu Biru ( Wawaz dan padli ) ingin memperkenalkan Seni Drama Tari ini kepada para pembaca agar mereka lebih mengenal kesenian tersebut. Dengan begitu, Seni Drama Tari dari tatar sunda ini akan lebih dikenal dan dapat dilestarikan untuk menjaga warisan leluhur yang tidak ternilai harganya ini. Jika bukan kita sebagai generasi muda yang melestarikannya,maka anak cucu kita tidak akan pernah mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan kesenian leluhur kita ini.
Minggu, 29 Januari 2017
Ketekunan dan kesabaran untuk menggapai mimpi
Dikala kita jatuh maka bangunlah..........
Dikala kita bangun maka bergeraklah.......
Kata kata yang sederhana,dan sangat mudah di ucapkan, tapi mempunyai makna yang bisa memicu adrenalin kita untuk selalu menggapai mimpi yang selalu tertanam dalam ingatan, ada kalanya rintangan itu pasti menghampiri dari berbagai sudut kehidupan,tinggal bagaimana kita bisa menyikapi masalah itu dengan fikiran yang tenang.introspeksi diri. dikala masalah itu datang yang membuat kita tidak nyaman, itu karna kita belum siap dengan apa yang kita kerjakan,hingga mimpi yang kita bangun akan kandas di jalan yang rusak atau bahkan di tepi jurang yang akan terperosok di dalam nya dan tidak seorangpun yang akan mampu menolong. Anda pernah jatuh sekali. Kami ingin melihat setinggi apa anda bisa meloncat dikemudian hari.Hidup adalah serangkaian peristiwa alami dan spontan. Jangan melawan kehidupan yang hanya akan menciptakan seraan kesedihan. Biarkan relitas menjadi kenyatan.Biarkan semuanya mengalir secara alami
"Gapailah mimpimu dengan cara terbaik kemampuan yang kamu miliki,tanpa harus memaksakan kehendak oranglain yang belum tentu kamu senang mengerjakan nya"
Setiap jalan hidup yang
kita lalui harus bisa mendatangkan pelajaran untuk terus menapaki jalan itu. Karna
jalan kehidupan begitu panjang dan bermakna.
Memang dalam hidup ini tidak ada yang pasti. Tetapi
kita harus berani memastikan apa-apa
yang ingin kita raih
Inilah hidup sebagai romantika yang harus di rangkul. Resiko
yang harus di ambil. Lagu yang harus di nyanyikan. Anugrah yang harus di
pergunakan. Berkah yang harus di capai, dan mimpi yang harus di wujudkan
Teruslah berlari mengejar mimpimu itu, hingga suara cemoohan itu, berubah menjadi suara tepuk tangan.
salam literasi
Rumah Baca Bambu Biru
salam literasi
Rumah Baca Bambu Biru
Senin, 24 Oktober 2016
CIBIRU punya cerita
Berawal dari kehawatiran yang saya rasakan dengan melihat kondisi anak anak di kampung yang sedikit sekali berminat untuk membaca,bermain tak kenal waktu.bebasnya nya memainkan HP,PS tanpa ada pengawasan dari orang tuanya,itu salah satu kondisi buruk yang harus di perbaiki dengan segera
.Hingga tergagaslah untuk mendirikan sebuah Rumah Baca dengan di bantu oleh tokoh masyarakat dan komunitas yang ada di sukabumi,Tepatnya 10 februari 2016 rumah baca berdiri dengan di beri nama Rumah Baca Bambu Biru,
Buku pertama kami dapatkan dari Rumah baca Cemara,yang di gagas oleh kang Sandi,kang Ipong DKK, kamipun sebagai pengelola tidak diam begitu saja terus berusaha mencari dan mengumpulkan dari satu buku ke buku lain nya,,stategi yang kami terapkan di tim pengelola hanya berbagi peran, oh iya,,,tim inti rumah baca hanya 3 orang,Saya Sendiri berperan mensosialisasikan kepada masyarakat dan menarik minat anak2, orang dewasa dan orang tua untuk mau berkunjung ke rumah baca, kedua Kang Ifram purnamawira,berperan sebagai pencari buku lewat jaringan nya.Satu lagi Om Phadli Harahab,aslinya dari medan tapi karna jiwa sosial nya yang sangat tinggi,beliau sangat membantu sekali untuk mengembangkan rumah baca peran om phadli ini yang menjadi admin facebook rumah baca,dengan gaya bahasa yang khas dan unik, facebook rumah baca langsung melesat Bak meteor yang jatuh dari angkasa,,,
Setelah berjalan beberapa bulan,rumah baca semakin banyak pengunjungnya dan buku pun sudah semakin banyak,ini berkat dukungan dari semua pihak termasuk dari kepala desa cicantayan kang Dzulfikar Ali Hakim,yang terus men support dalam pergerakan nya. wowww suatu kebanggan tersindiri buat pengelola,alhasil : anak anak ini bukan malas untuk membaca,tapi fasilitas buku yang tidak ada,buktinya....setelah rumah baca bambu biru ini berjalan anak anak dan orang dewasa dari pagi sampai malam tidak pernah sepi dari pengunjung,mereka begitu menikmatinya dan sudah menjadi hobi. 
Ada kalanya anak anak ini mulai jenuh dengan hanya terus membaca,kamipun berinisiatif ingin mengenalkan kembali permainan tradisional yang hampir musnah, berbekal sedikit pengetahuan dan sambil mengingat kembali permainan apa saja yang akan di kenalkan kepada anak-anak,kami pun mencoba untuk mengenalkan EGRANG,CONGKLAK,SONDAH, GALASIN, BAKIAK,POCES dan banyak lagi yang lain nya. antusias mereka sungguh luar biasa karna ini permainan baru dan sangat menantang,butuh keberanian dan ketekunan dalam memainkannya,
Semakin sering permainan EGRANG ini di mainkan, tim pengelola rumah baca mendapatkan ide untuk membuat suatu wadah /komunitas yang di dalam nya fokus terhadap permainan tradisional, nama KORANGBUMI pun muncul dan dirasa cocok bila itu di pakai,,Korang Bumi kepanjangan dari : KOmunitas Egrang Sukabumi , kenapa kami ambil nama "KORANG ": adalah sebuah wadah yang sering di gunakan oleh warga cibiru untuk membawa barang yang sifat nya berat berat,biasanya suka di gunakan untuk membawa batu,pasir,bata dsb.ini menandakan komunitas yang kami bangun membutuhkan perjuangan yang sangat dahsyat,tenaga,fikiran harus berpusat jadi satu untuk membawa beban berat ketempat yang lebih layak,,
SEtelah dirasa cocok dengan nama Korang Bumi, acara pertama yang kami ikuti adalah ghetering sukabumi facebook yang di adakan di selabintana,bermodal "patungan" untuk daftar masuk, kamipun mulai menjajakinya,awal nya pesimis karna alat yang kami bawa hanya bambu dan disana tidak akan yang ngelirik kami.Tapi prasangka kami salah,justru Egrang yang kami bawa menjadi pusat perhatian dari peserta acara,satu demi satu peserta yang hadir mulai memainkan nya,,singkat cerita komunitas kami mulai di kenal di kalangan komunitas lain.dan kami pun membawa paling banyak hadiah dalam acara itu.
Setelah acara gethering SF sukses,kita pun menyusun stategi supaya permainan tradisional ini bisa kenal dan di main kan oleh anak anak yang lain di sukabumi, fikiran pun tertuju pada suatu tempat yaitu lapang merdeka di mana tiap hari mingu banyak sekali warga sukabumi yang berolahraga di sana, Ternyata benar adanya permainan tradisional ini di sambut dengan gembira oleh warga yang ada di lapang meardeka satu persatu mereka mulai mencoba memainkan egrang,congklak,gatrik,bebeletokan,seru dehhhhh,,,
Setiap hari mingu pagi sampai siang Korang Bumi selalu setia menemani warga sukabumi dari mulai anak2 sd sampai orang tua yang ingin memainkan permainan yang kami bawa,dengan telaten kami ajari mereka satu persatu untuk bisa memainkan nya,
Selain permainan,Rumah Baca Bambu Biru mencoba mengembangkan dan mengangkat kembali kerajinan khas kp cibiru yang sudah banyak di tinggalkan oleh anak muda,karna sumber daya alam yang tersedia,dan menjadi kerajinan leluhur yang harus di jaga,kami selaaku pengelola mencoba supaya produk kami mampu bersaing dan tidak kalah bagus dengan pengrajin dari luar daerah, satu persatu pesanan pembuatan Rak Buku,kursi,lemari,figura, mulai di mininati oleh berbagai kalangan,,, kami beri nama "KREASI CIBIRU " dan hasil dari kerajinan ini kami sisihkan sebagian untuk pengembangan Rumah Baca
Percaya tak percaya ini yang kami rasakan, Korang Bumi sudah tidak asing lagi bagi warga sukabumi, dan kami pun di undang di berbagai acara untuk mengisi permainan tradisional, agenda demi agenda sudah masuk di daftar harian kami,mulai dari :gethering VOLVO,gethering RM prodaktion,unpad pajajaran,festipal olahraga rekreasi,launching ioarsis,dan terakhir mengisi acara IMS di Net tv,
Perjuangan yang di bangun sudah mencapai titik terang,kami bukan ingin terkenal tapi misi yang kami bawa hanya mengenalkan dan melestarikan permainan leleuhur bangsa yang mempunyai nilai budaya yang sangat kuat,karna terdapat nilai pendidikan yang baik untuk bisa di terapkan kepada generasi muda saat ini.
Salam Hangat
Hanya dari bambu bisa masuk tv
kisah yang tak bisa di lupakan oleh 3 anak ini yang sehari harinya memainkan egrang di kampungbisa main main ke studio NET tv,dan mengharumkan kampung nya sendiri,
Langganan:
Postingan (Atom)










