Senin, 24 Oktober 2016

CIBIRU punya cerita

Berawal dari kehawatiran yang saya rasakan dengan melihat kondisi anak anak di kampung yang sedikit sekali berminat untuk membaca,bermain tak kenal waktu.bebasnya nya memainkan HP,PS tanpa ada pengawasan dari orang tuanya,itu salah satu kondisi buruk yang harus di perbaiki dengan segera
.Hingga tergagaslah untuk mendirikan sebuah Rumah Baca dengan di bantu oleh tokoh masyarakat dan komunitas  yang ada di sukabumi,Tepatnya 10 februari 2016 rumah baca berdiri dengan di beri nama Rumah Baca Bambu Biru, 
Buku pertama kami dapatkan dari Rumah baca Cemara,yang di gagas oleh kang Sandi,kang Ipong DKK, kamipun sebagai pengelola tidak diam begitu saja terus berusaha mencari  dan mengumpulkan dari satu buku ke buku lain nya,,stategi yang kami terapkan di tim pengelola hanya berbagi peran,  oh iya,,,tim inti rumah baca hanya 3 orang,Saya Sendiri  berperan mensosialisasikan kepada masyarakat dan menarik minat anak2, orang dewasa dan orang tua untuk mau berkunjung ke rumah baca, kedua Kang  Ifram purnamawira,berperan sebagai pencari buku lewat jaringan nya.Satu lagi Om Phadli Harahab,aslinya dari medan tapi karna jiwa sosial nya yang sangat tinggi,beliau sangat  membantu sekali untuk mengembangkan rumah baca peran om phadli ini yang menjadi admin facebook rumah baca,dengan gaya bahasa yang khas dan unik, facebook rumah baca langsung melesat Bak meteor yang jatuh dari angkasa,,,
Setelah berjalan beberapa bulan,rumah baca semakin banyak pengunjungnya dan buku pun sudah semakin banyak,ini berkat dukungan dari semua pihak termasuk dari kepala desa cicantayan kang Dzulfikar Ali Hakim,yang terus men support dalam pergerakan nya. wowww suatu kebanggan tersindiri buat pengelola,alhasil : anak anak ini bukan malas untuk membaca,tapi fasilitas buku yang tidak ada,buktinya....setelah rumah baca bambu biru ini berjalan anak anak dan orang dewasa dari pagi sampai malam tidak pernah sepi dari pengunjung,mereka begitu menikmatinya dan sudah menjadi hobi. 


Ada kalanya anak anak ini mulai jenuh dengan hanya terus membaca,kamipun berinisiatif ingin mengenalkan kembali permainan tradisional yang hampir musnah, berbekal sedikit pengetahuan dan sambil mengingat kembali permainan apa saja yang akan di kenalkan kepada anak-anak,kami pun mencoba untuk mengenalkan EGRANG,CONGKLAK,SONDAH, GALASIN, BAKIAK,POCES dan banyak lagi yang lain nya. antusias mereka sungguh luar biasa karna ini permainan baru dan sangat menantang,butuh keberanian dan ketekunan dalam memainkannya,


Semakin sering  permainan EGRANG ini di mainkan, tim pengelola rumah baca mendapatkan ide  untuk membuat suatu wadah /komunitas yang di dalam nya fokus terhadap permainan tradisional, nama KORANGBUMI pun muncul dan dirasa cocok bila itu di pakai,,Korang Bumi kepanjangan dari : KOmunitas Egrang Sukabumi , kenapa kami ambil nama "KORANG ": adalah sebuah wadah yang sering di gunakan oleh warga cibiru untuk membawa barang yang  sifat nya berat berat,biasanya suka di gunakan untuk membawa batu,pasir,bata dsb.ini menandakan komunitas yang kami bangun membutuhkan perjuangan yang sangat dahsyat,tenaga,fikiran harus berpusat jadi satu untuk membawa beban berat ketempat yang lebih layak,,
SEtelah dirasa cocok dengan nama Korang Bumi, acara pertama yang kami ikuti adalah ghetering sukabumi facebook yang di adakan di selabintana,bermodal "patungan" untuk daftar masuk, kamipun mulai menjajakinya,awal nya pesimis karna alat yang kami bawa hanya bambu dan disana tidak akan yang ngelirik kami.Tapi prasangka kami salah,justru Egrang yang kami bawa menjadi pusat perhatian dari peserta acara,satu demi satu peserta yang hadir mulai memainkan nya,,singkat cerita komunitas kami mulai di kenal di kalangan komunitas lain.dan kami pun membawa paling banyak hadiah dalam acara itu.
Setelah acara gethering SF sukses,kita pun menyusun stategi supaya permainan tradisional ini bisa kenal dan di main kan oleh anak  anak yang lain di  sukabumi, fikiran pun tertuju pada suatu tempat yaitu lapang merdeka di mana tiap hari mingu banyak sekali warga sukabumi yang  berolahraga di sana, Ternyata benar adanya permainan tradisional ini di sambut dengan gembira oleh warga yang ada di lapang meardeka satu persatu mereka mulai mencoba memainkan egrang,congklak,gatrik,bebeletokan,seru dehhhhh,,,


Setiap hari mingu pagi sampai siang Korang Bumi selalu setia menemani warga sukabumi dari mulai anak2 sd sampai orang tua yang ingin memainkan permainan yang kami bawa,dengan telaten kami ajari mereka satu persatu untuk bisa memainkan nya,



Selain permainan,Rumah Baca Bambu Biru mencoba mengembangkan dan mengangkat kembali kerajinan khas kp cibiru yang sudah banyak di tinggalkan oleh anak muda,karna  sumber daya alam yang tersedia,dan menjadi kerajinan leluhur yang  harus di jaga,kami selaaku pengelola mencoba supaya produk kami mampu bersaing dan tidak kalah bagus dengan pengrajin dari luar daerah, satu persatu pesanan pembuatan Rak Buku,kursi,lemari,figura,  mulai di mininati oleh berbagai kalangan,,, kami beri nama "KREASI CIBIRU " dan hasil dari kerajinan ini kami sisihkan sebagian untuk pengembangan Rumah Baca
Percaya tak percaya ini yang kami rasakan, Korang Bumi sudah tidak asing lagi bagi warga sukabumi, dan kami pun di undang di berbagai acara untuk mengisi permainan tradisional, agenda demi agenda sudah masuk di daftar harian kami,mulai dari :gethering VOLVO,gethering RM prodaktion,unpad pajajaran,festipal olahraga rekreasi,launching ioarsis,dan terakhir mengisi acara IMS di Net tv,
Perjuangan yang di bangun sudah mencapai titik terang,kami bukan ingin terkenal tapi misi yang kami bawa hanya mengenalkan  dan melestarikan permainan leleuhur bangsa  yang mempunyai nilai  budaya yang sangat kuat,karna terdapat nilai pendidikan yang baik untuk  bisa di terapkan kepada generasi muda saat ini.

Salam Hangat

Hanya dari bambu bisa masuk tv

kisah yang tak bisa di lupakan oleh 3 anak ini yang sehari harinya memainkan egrang di kampungbisa main main ke studio NET tv,dan mengharumkan kampung nya sendiri,